"RAJE SEBLAK BU YENI"
Alhamdulillah dengan ucap syukur kepada Allah SWT, atas dibukanya usaha kecil semoga berkah. Berawal dari mengisi kegiatan di rumah, iseng-iseng buat suguhan dirumah, hingga berpikir untuk buka peluang usaha mandiri, dan Alhamdulillah usaha kecil ini berjalan perlahan untuk mendapatkan rejeki yang halal.
Administrasi
Aplikasi
Artis
Bacaan
Bengkel
Berita
Bike
Bikers
BlackBerry
Bloger
Cerita
Chatring
Club
CPNS
Design
Do'a
Electric
Food Indonesia
Gaji
Gambar
GoFood
Gojek
Google
GrabBike
GrabFood
Halal dan Haram Dalam Islam
HTCI
Ibu dan Bayi
Ilmu Komputer
ilmu umum
Info
Info Jual/Beli
Informasi Teknologi
Informatika
inspirasi
Islami
Jajanan
Jasa
Jualan
Kas Sunda
Kehidupan
Kipas
Kipas Angin
Kuliner
Listrik
Mak
Makanan
Masakan
Materi
Mecanical
Medsos
menikah
Microsoft
Motor
Olahraga
Online
Pekerjaan
Perawatan
PLN
Politik
Promosi
Property
Ramadhan
Rental
renungan
Rohani
Rumah
Sekolah
Sepeda
Service
Sewa
Suka ku Suka
Tips
Toko
Wall Design
Wanita
Warung
WhatsApp
Tampilkan postingan dengan label Halal dan Haram Dalam Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Halal dan Haram Dalam Islam. Tampilkan semua postingan
Sabtu, Maret 9
Jumat, Januari 1
Pahala menemani istri belanja dan jalan jalan
“Pa, belanja yuk, kebutuhan rumah udah habis ni”
“Abi,jalan-jalan yuk, ke pantai, udah lama banget gak ke pantai”
“Ayah, anak-anak mau maen-maen ke kebun binatang, udah pada hapal lho”
Senin, Januari 23
Lambang-Lambang Kemewahan dan Kemusyrikan
Seorang muslim tidak dilarang untuk menghias rumahnya dengan karangan bunga yang warna-warni, dan ukiran-ukiran serta hiasan yang halal.
Sebab Allah telah berfirman:
"Siapakah yang berani mengharamkan perhiasan
Allah yang telah ia keluarkan untuk hamba-hambanya?" (al-A'raf: 32)
Betul seorang muslim tidak berdosa untuk menghias rumahnya, pakaiannya, sandalnya dan sebagainya.
Sebab Rasulullah pernah juga bersabda:
"Tidak akan masuk sorga orang yang dalam hatinya ada seberat zarrah daripada kesombongan. Kemudian ada seorang laki-laki yang bertanya: Ya Rasulullah! Seseorang itu biasa senang kalau pakaiannya itu baik dan sandalnya pun baik pula, apakah itu termasuk sombong? Jawab Nabi. Sesungguhnya Allah itu baik, Ia suka kepada yang baik." (Riwayat Muslim)
Dalam Rumah
RUMAH adalah tempat yang dipakai seseorang untuk melindungi kebiasaan-kebiasaan tabiat dan dapat melepaskan diri dari ikatan-ikatan masyarakat sehingga dengan demikian tubuh ini bisa istirahat dan jiwa bisa tenang.
Untuk itulah Allah berfirman dalam hubungannya dengan mengetengahkan kenikmatannya kepada manusia:
"Allah menjadikan untuk kamu rumah-rumah kamu sebagai tempat ketenangan." (an-Nahl: 80)
Rasulullah s.a.w. senang sekali rumah yang luas, dan dimasukkan sebagai unsur kebahagiaan duniawi.
Minggu, Januari 22
Memelihara Jenggot
Termasuk yang urgen dalam permasalahan kita ini, ialah tentang memelihara jenggot. Untuk ini Ibnu Umar telah meriwayatkan dari Nabi s.a.w. yang mengatakan sebagai berikut:
"Berbedalah kamu dengan orang-orang musyrik, peliharalah jenggot dan cukurlah kumis." (Riwayat Bukhari)
Perkataan i'fa (pelihara) dalam riwayat lain diartikan tarkuha wa ibqaauha (tinggalkanlah dan tetapkanlah).
Hadis ini menerangkan alasan diperintahkannya untuk memelihara jenggot dan mencukur kumis, yaitu supaya berbeda dengan orang-orang musyrik. Sedang yang dimaksud orang-orang musyrik di sini ialah orang-orang Majusi penyembah api, dimana mereka itu biasa menggunting jenggotnya, bahkan ada yang mencukurnya.
Semir Rambut
Termasuk dalam masalah perhiasan, yaitu menyemir rambut kepala atau jenggot yang sudah beruban.
Sehubungan dengan masalah ini ada satu riwayat yang menerangkan, bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak memperkenankan menyemir rambut dan merombaknya, dengan suatu anggapan bahwa berhias dan mempercantik diri itu dapat menghilangkan arti beribadah dan beragama, seperti yang dikerjakan oleh para rahib dan ahli-ahli Zuhud yang berlebih-lebihan itu. Namun Rasulullah s.a.w. melarang taqlid pada suatu kaum dan mengikuti jejak mereka, agar selamanya kepribadian umat Islam itu berbeda, lahir dan batin. Untuk itulah maka dalam hadisnya yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah s.a.w. mengatakan:
"Sesungguhnya orang-orang Yahudi tidak mau menyemir rambut, karena itu berbedalah kamu dengan mereka." (Riwayat Bukhari)
Menyambung Rambut
Termasuk perhiasan perempuan yang terlarang ialah menyambung rambut dengan rambut lain, baik rambut itu asli atau imitasi seperti yang terkenal sekarang ini dengan nama wig.
Imam Bukhari meriwayatkan dari jalan Aisyah, Asma', Ibnu Mas'ud, Ibnu Umar dan Abu Hurairah sebagai berikut:
"Rasulullah s.a.w. melaknat perempuan yang menyambung rambut atau minta disambungkan rambutnya."
Bagi laki-laki lebih diharamkan lagi, baik dia itu bekerja sebagai tukang menyambung seperti yang dikenal sekarang tukang rias ataupun dia minta disambungkan rambutnya, jenis perempuan-perempuan wadam (laki-laki banci) seperti sekarang ini.
Menipiskan Alis
Salah satu cara berhias yang berlebih-lebihan yang diharamkan Islam, yaitu mencukur rambut alis mata untuk ditinggikan atau disamakan. Dalam hal ini Rasulullah pernah melaknatnya, seperti tersebut dalam hadis:
"Rasulullah s.a.w. melaknat perempuan-perempuan yang mencukur alisnya atau minta dicukurkan alisnya." (Riwayat Abu Daud, dengan sanad yang hasan. Demikian menurut apa yang tersebut dalam Fathul Baari)
Sedang dalam Bukhari disebut:
Langganan:
Postingan (Atom)

